Mudah! Ini Cara Menanam Cabai Merah Secara Umum

Mudah! Ini Cara Menanam Cabai Merah Secara Umum

Cabai merah merupakan salah satu hasil pertanian yang paling diminati. Pada titik tertentu, harga bisa naik berkali-kali lipat. Di lain waktu, mungkin turun mendekati nol. Hal ini menjadikan budidaya cabai merah menjadi tantangan tersendiri bagi petani.

Selain fluktuasi harga, budidaya cabai merah juga rentan terhadap kondisi cuaca dan serangan hama. Untuk meminimalkan semua risiko tersebut, dapat dikatakan bahwa risiko budidaya cabai merah tergolong tinggi.

Dalam hal ini, kami mencoba mendeskripsikan langkah-langkah yang harus disiapkan untuk menanam cabai merah (terutama jenis Capsicum annum L.). Tanaman ini berasal dari benua Amerika yang beriklim tropis dan subtropis. Dari sini ia kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Iklim di Indonesia cocok untuk menanam cabai merah dengan banyaknya sinar matahari yang tersedia. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga 1.400 meter di atas permukaan laut. Di dataran tinggi, cabai merah masih bisa ditanam, namun hasilnya tidaklah optimal.

Suhu terbaik untuk menanam cabai merah adalah 24-28 derajat Celcius. Pada suhu di bawah 15 derajat atau di atas 32 derajat, pertumbuhannya akan terganggu. Asalkan memperoleh air yang cukup, cabai merah bisa ditanam di musim kemarau. Rentang curah hujan yang ideal adalah 800-2000 mm per tahun dengan kelembaban 80%.

Tahap Persiapan

Memilih Benih Cabai Merah

Masyarakat mengenal dua macam cabai merah, yaitu cabai merah besar dan cabai merah keriting. Perbedaan kedua cabai merah tersebut terlihat dari bentuk dan tekstur kulitnya.

Dalam dua jenis ini terdapat puluhan bahkan ratusan spesies, dari lokal hingga hibrida. Setiap spesies memiliki karakteristik pertumbuhannya masing-masing. Untuk memilih jenis yang akan ditanam, sebaiknya pilih varietas yang paling sesuai dengan setiap lokasi penanaman cabai.

Bibit Cabai Merah

Bibit cabai dapat diperoleh dengan dua cara yaitu membeli di toko bibit atau membuat bibit sendiri. Benih cabai hibrida harus dibeli dari industri benih terpercaya yang menggunakan teknik pemuliaan modern. Sedangkan bibit cabai lokal bisa didapatkan dari sesama petani, atau bisa juga pilih sendiri dari panen sebelumnya.

Menyemai Bibit Cabai Merah

Cara penyemaian bibit cabai sebaiknya menggunakan polybag (kantong plastik atau dari daun). Karena benih cabai, terutama yang hibrida, harganya sangat mahal. Kalau kita menyemai benih dengan cara menabur, khawatir banyak benih akan berdempetan, jadi tidak semua tanaman bisa dimanfaatkan.

Siapkan campuran tanah, arang sekam dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Atau, jika kamu tidak memiliki arang sekam, gunakan campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Disaring agar halus.

Sebaiknya Anda menaungi persemaian untuk menghindari terik matahari langsung dan hujan. Jika Anda punya uang, yang terbaik adalah melindungi persemaian dengan jaring pelindung hama atau serangga. Taruh kantong plastik berisi media tanam di tempat yang dingin.

Penyemaian Bibit Cabai

Rendam biji cabai dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Jangan gunakan benih yang terapung. Masukkan setiap biji cabai ke dalam kantong plastik sedalam 0,5 cm, lalu tutup dengan pupuk halus. Basahi media tanam dengan lembut untuk mempertahankan kelembapan.

Sirami kantong plastik di persemaian setiap pagi dan sore hari. Cara penyiraman adalah dengan menutup permukaan kantong plastik dengan kertas koran kemudian dibilas. Sekitar 3 hari setelah benih tumbuh, buka kembali koran.

Selain itu, sirami secara teratur dan pantau pertumbuhannya. Benih cabai merah dapat dipindahkan setelah 21-24 hari tanam atau setelah tumbuh 3-4 daun . Tambahkan benih 10 persen dari kebutuhan aslinya. Misalnya, satu hektar lahan membutuhkan sekitar 14 ribu bibit cabai merah, maka tambahkan 10% yang akan digunakan untuk penyulaman tanaman.

Mengolah Tanah

Lahan yang dibutuhkan untuk menanam cabai merah adalah tanah gembur dan memiliki porositas yang baik. Sebelum menanam cabai merah, bajaklah tanah hingga kedalaman 20 hingga 40 cm. Singkirkan batu atau kerikil dan puing-puing akar tanaman. Jika gulma terlalu banyak dan Anda khawatir mengganggunya, Anda dapat menggunakan herbisida.

Buat bedengan setinggi 1 meter, lebar 30-40 cm, dan jarak antar bedengan 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan untuk memudahkan pemeliharaan dengan panjang maksimal 15 meter. Buat saluran drainase yang baik karena tanaman cabai merah tidak tahan genangan air.

Budidaya cabai merah membutuhkan tanah dengan pH 6 hingga 7. Jika nilainya terlalu rendah (asam) maka daun tanaman cabai merah akan terlihat pucat dan mudah tertular virus. Tanah asam biasanya mudah ditumbuhi gulma. Untuk menetralkannya, Anda bisa menggunakan kapur pertanian atau dolomit hingga 2 hingga 4 ton per ha. Kapur atau dolomit harus diaplikasikan selama bertani dan pembuatan bedengan.

Pengolahan Tanah

Campurkan pupuk organik, dapat dibuat dengan kompos atau pupuk kandang secara merata di setiap bedengan. Pupuk organik yang dibutuhkan untuk menanam cabai merah adalah 20 ton per hektar. Selain pupuk organik, juga ditambahkan 350 kg/ha urea dan 200 kg/ha kalium klorida.

Untuk penanaman cabai intensif, penutup plastik perak hitam harus diletakkan di atas bedengan. Penggunaan penutup plastik memiliki konsekuensi biaya, tetapi ada banyak manfaatnya. Mulsa dapat digunakan untuk mempertahankan kelembapan, menghambat erosi, mengendalikan gulma, dan menjaga kebersihan taman.

Buka dua baris lubang tanam pada setiap bedengan dengan jarak 60-70 cm. Cara terbaik adalah membuat lubang tanam bergerigi, bukan sejajar. Ini berguna untuk mengatur sirkulasi angin dan penetrasi sinar matahari. Diameter dan kedalaman lubang tanam sekitar 10 cm, atau disesuaikan dengan ukuran kantong plastik yang digunakan untuk menanam bibit.

Tahap Penanaman

Menanam Benih Cabai Merah

Setelah umur semai kurang lebih 3 minggu, benih cabai merah dikeluarkan dari areal persemaian, atau benih sudah memiliki 3-4 daun permanen. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari untuk menghindari stress. Usahakan menanam benih pada waktu yang sama sepanjang hari.

Cara penanaman yaitu dengan membuka atau merobek kantong plastik bibit. Kemudian benih cabai merah dan media tanam dimasukkan ke dalam lubang tanam. Berhati-hatilah untuk tidak memotong media menjadi pucuk. Kemudian sirami tanaman dengan baik untuk mempertahankan kelembapan.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiraman dibutuhkan pada musim kemarau, yang bisa dilakukan melalui penyiram tanaman atau penggenangan. Perendaman bisa dilakukan setiap dua minggu sekali. Periksa tanaman satu hingga dua minggu sebelum menyulam. Jika ada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal, segera singkirkan dan ganti dengan bibit baru.

Dalam budidaya cabai, perlu dipasang batang bambu untuk menopang tanaman agar tegak. Masukkan tiang pancang minimal 4 cm dari pangkal batang. Pasak harus dipasang pada hari ke-7 setelah benih dicabut. Jika tanaman terlalu besar dikhawatirkan akan merusak akarnya saat menanam patok. Jika akarnya terluka, tanaman bisa mudah sakit. Setelah tanaman tumbuh lebih tinggi atau berumur lebih dari satu bulan, ikat tanaman ke tiang pancang.

Menanam Cabai

Setelah 3 minggu untuk melakukan pemotongan tunas di dataran rendah, dan butuh waktu 1 bulan untuk  di dataran tinggi. Gunakan tangan yang bersih untuk memotong tunas yang tumbuh dari ketiak. Kegiatan ini dilakukan sampai cabang utama terbentuk, dan ditandai dengan munculnya bunga pertama atau kedua.

Pemupukan setiap dua minggu atau minimal 8 kali hingga panen terakhir. Pemupukan selanjutnya dilakukan dengan cara membocorkan pupuk pada setiap lubang tanam. Cara pemupukan yang paling praktis adalah dengan menggunakan pupuk organik cair. Tuangkan 100 ml larutan pupuk yang telah diencerkan pada setiap tanaman. Anda juga bisa menambahkan NPK ke dalam campuran.

Lakukan penyiangan saat dibutuhkan. Pengendalian hama dan penyakit dalam budidaya cabai sangat penting dilakukan. Banyak kasus gagal panen karena serangan hama dan penyakit.

Tahap Panen

Memanen Tanaman Cabai

Cabai merah bisa dipanen 75-85 hari setelah tanam. Bergantung pada jenis spesies, teknik budidaya dan kondisi lahan, proses pemanenan harus dilakukan beberapa kali.Bisa dipanen setiap 2 hingga 5 hari sekali, tergantung kematangan buah dan pasaran.

Buah cabai harus dipetik bersamaan dengan batangnya untuk memperpanjang umur simpan. Buah yang dipetik berwarna oranye hingga warna merah. Petiklah di pagi hari. Produktivitas budidaya cabai merah biasanya mencapai 10-14 ton per hektar, tergantung varietas dan teknik budidayanya. Dalam kondisi tanam yang optimal, potensi per hektar bisa mencapai 20 ton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *