Cara Menanam Hidroponik Dengan Berbagai Sistem

Cara Menanam Hidroponik Dengan Berbagai Sistem

Mulai dari tempat, bibit dan perawatan masuk ke dalam materi cara menanam hidroponik secara benar. Meski banyak yang bilang metode satu ini cukup mudah diikuti, sebenarnya dalam pratiknya cukup berat. Maka dari itu, bagi pemula harus mempelajarinya sebaik mungkin sebelum terjun langsung pada kegiatan satu ini.

Mau menanam buah atau sayur, harus ditanam secara baik dan benar. Belum lagi lahan yang sempit mengharuskan kamu memilih sistem penempatan tanaman paling tepat agar bisa tumbuh subur disertai kebutuhan air dan cahaya matahari terpenuhi.

Masih terbilang kurang paham bagaimana cara menanam hidroponik? Tidak masalah, kami akan menjelaskannya secara ringkas di sini untuk kamu yang hendak memanfaatkan balkon atau halaman rumah dengan space kecil. Simak penjelasan berikut.

Siapkan Instalasi Tanaman yang Pas Pada Lahan

Lahan yang sempit, membuat pembudidaya harus pintar-pintar membangun intalasi atau sistem penempatan pas agar bisa menampung banyak bibit. Itulah fungsi dari hidroponik, memaksimalkan fungsi lahan sempit dengan ditanami tumbuhan sebanyak mungkin.

Terlebih lagi bagi kamu dalam tujuan mempelajari cara menanam hidroponik untuk berbisnis, tidak mungkin menanam dalam jumlah sedikit. Instalasi diaplikasikan pada lahan, agar tanaman yang ditaman dapat tumbuh subur dengan kondisi air, nutrisi dan cahaya matahari selalu baik.

Sebenarnya ada beberapa jenis sistem atau teknik penanaman hidroponik, hanya saja kami kali ini hanya akan menunjukkan 3 jenis saja kepada kamu seperti berikut :

Sistem Aliran Dalam

Disebut juga Deep Flow Technique (DFT) yang saat ini sedang trend diterapkan pada hidroponik perumahan. Jadi, dalam sistemnya nanti akan mengalirkan nutrisi secara berkelanjutan dengan pompa menggunakan hitungan waktu.

Baca Juga :  Jenis Sayuran Hidroponik dan Perawatan Yang Benar

Teknik Nutrient Film

Berkebalikan dengan DFT, NFT ini mengalirkan nutrisi secara berkelanjutan tanpa menggunakan timer. Caranya adalah dengan memiringkan wadahnya. Biasanya diletakkan pada netpot dengan akar menggantung yang nanti dilalui oleh nutrisi.

Jadi, kinerjanya air bernutrisi tersebut ada di bak yang akan dipompa naik untuk masuk ke pipa dan mengaliri akar tumbuhannya.

Irigasi Tetes

Sistem satu ini tidak memiringkan wadah. Jadi kinerjanya adalah dengan mencampurkan air bernutrisi ke bak, lalu akan ada slang yang menyambung dan ditancapkan di samping tanaman. Nanti dari selang itulah air akan menetes.

Cara Menanam Hidroponik dengan Langkah Yang Benar

Lakukan pertimbangan tepat, mana sistem pengairan paling baik sebagai salah satu cara menanam hidroponik dengan baik. Setelah itu, siapkan peralatannya untuk mulai bertanam. Sudah pasti pipa, selang dan juga bak adalah alat utama yang harus ada.

Selain itu, bila menggunakan sistem DFT harus ada DTS meter digital serta aliran listrik yang selalu aktif. Inilah mengapa, harus dipertimbangkan dengan baik bila ingin menanam tumbuhan menggunakan metode hidroponik karena akan memakan banyak uang dari mulai bahan, perawatan hingga biaya listrik bertambah.

Untuk proses menanamnya sebenarnya cukup mudah, kami akan menjelaskannya dengan langkah sederhana seperti berikut :

  1. Direkomendasikan media tanamnya rockwooll dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm.
  2. Agar lebih lembab, rockwool harus diberi air terlebih dulu.
  3. Agar siap ditempati bibit letakkan pada bak semai dan dilubangi menggunakan tusuk gigi.
  4. Lubang-lubang yang sudah dibuat itu, langsung dimasukkan saja bibitnya. Letakkan dengan pelan dan benar.
  5. Agar tunas cepat tumbuh sesuai perkiraan, yaitu 7-10 hari, setiap pagi harus disiram dan mendapat cukup cahaya matahari.
  6. Setelah bertunas, barulah nanti dipindahkan pada netpot yang sudah terpasang sistem hidroponik seperti contoh pada sub bab pertama.
Baca Juga :  Persiapan Menanam Hidroponik Agar Tumbuh Subur

Dalam prosesnya memang membutuhkan waktu lama dalam penanaman. Tapi masa panennya bisa terhitung cepat karena cara menanam hidroponik bisa terhindar dari hama. Beberapa pembudidaya yang menanam sayuran, bahkan bisa panen dalam waktu sebulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *