Memilih Pupuk Organik vs Sintetis

Memilih Pupuk : Organik vs Sintetis

Bagi anda pecinta tanaman, pasti tahu bahwa ada banyak jenis pupuk yang bisa dipilih. Untuk memilih pupuk ini anda perlu tahu apa perbedaannya dan juga mana yang lebih baik untuk tanaman.

Bahan utama dari pupuk organik dan pupuk sintetis

Anda harus paham tanaman anda sebaiknya diberikan pupuk apa? pupuk organik atau pupuk sintetis. Hal ini disebabkan karena kedua jenis pupuk ini memiliki cara kerja yang berbeda.

Pupuk organik merupakan pupuk yang dibuat dengan menggunakan bahan organik seperti tulang, tanaman konsumsi dan juga beberapa jenis produk lainnya.

Sedangkan pupuk sintetis merupakan pupuk yang 100% dibuat dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Bahan-bahan ini diolah dari material mentah dan dibangun menjadi komposisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

Cara masuk ke dalam tanah

Selanjutnya yang membedakan pupuk organik dan juga pupuk sintetis adalah mengenai cara pupuk ini masuk ke dalam tanah. Pupuk organik masuk ke dalam tanah dengan cara diurai terlebih dahulu oleh mikroorganisme yang bermanfaat dalam tanah.

Keberadaan dari mikroorganisme ini tidak hanya berfungsi untuk membuat tanah lebih subur dengan menguraikan pupuk organik, lho. Selain itu, mikroorganisme tanah juga berfungsi untuk membangun struktur tanah sehingga lebih gembur. Seperti yang kita tahu, tanah yang lebih gembur lebih bermanfaat untuk tanaman.

Lalu bagaimana dengan pupuk sintetis? Pupuk sintetis merupakan pupuk jadi, oleh karena itu anda tidak akan membutuhkan bantuan dari mikroorganisme untuk membuat pupuk ini bisa diserap oleh tanaman Anda.

Baca Juga :  Pupuk Kandang, Bagus Untuk Tanaman Organik

Hal ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena tidak ada mikroorganisme, maka tanah bisa menjadi terlalu pepat sehingga akar tanaman sulit untuk menembus tanah dan mencari unsur yang dibutuhkannya.

Mengenai daya tahannya di tanah

Ketika akan memilih pupuk, pastikan juga anda tahu mengenai daya tahan dari pupuk ini. Ketika menggunakan pupuk organik, maka pupuk ini akan dilepaskan sedikit demi sedikit ke dalam tanah.

Hal ini disebabkan karena sifat dari pupuk organik yang tidak larut dalam air. Hal inilah yang membuat pupuk bisa bertahan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Beda dengan pupuk sintetis. Pupuk sintetis merupakan jenis pupuk yang mudah larut dalam air. Hal ini membuat jenis pupuk ini bisa dengan mudah terbawa air jika anda menyiram tanaman dengan berlebihan.

Efek jika memberikan terlalu banyak

Jika Anda menggunakan pupuk organik anda tidak perlu khawatir jika memberikan pupuk terlalu banyak. Hal ini disebabkan karena pupuk ini akan dilepaskan sedikit demi sedikit ke tanah oleh hewan mikroorganisme seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Beda dengan pupuk sintetis. Pupuk sintetis hampir langsung diserap oleh tanaman. Hal ini bisa menyebabkan tanaman bisa mendapatkan terlalu banyak pupuk dan mengakibatkan efek terbakar yang dapat membahayakan tanaman Anda.

Efek pada lingkungan

Masalah lain yang ditimbulkan dari pupuk sintetis adalah mengenai efek pada lingkungan yang disebabkan oleh pupuk ini. Pupuk sintetis merupakan pupuk yang mudah larut dalam air seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Hal ini bisa menyebabkan kandungan kimia dengan mudah terbawa aliran air. Jika air menuju ke tempat genangan air seperti danau atau kolam, maka kandungan kimia dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan perairan tersebut.

Baca Juga :  Pupuk Kandang, Bagus Untuk Tanaman Organik

Dilihat dari beberapa aspek memang memberikan pupuk organik lebih menguntungkan. Akan tetapi memang dibutuhkan lebih banyak kesabaran karena pupuk organik tidak memberikan pertumbuhan secepat pupuk sintetis. Tapi jika  memilih pupuk organik, maka tanaman hias anda bisa sehat lebih lama dan lebih indah penampilannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *