Ada 3 Cara Pemupukan Tanaman Budidaya, Cek Disini

Ada 3 Cara Pemupukan Tanaman Budidaya, Cek Disini

Setelah mengetahui jenis-jenis pupuk seperti kompos, pupuk hijau dan lain-lain, ada baiknya kita mengetahui cara pemupukan tanaman budidaya.

Pemupukan bertujuan untuk memberikan unsur hara tambahan pada tanah, yang secara langsung maupun tidak langsung diserap oleh tanaman untuk metabolisme.

Nutrisi yang dibutuhkan terdiri dari makronutrien seperti nitrogen, fosfor dan kalium serta mikronutrien seperti unsur sulfur, kalsium, magnesium, zat besi, sulfur, zatseng dan lain-lain.

Pemupukan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui akar dan daun. Pemupukan dengan akar dimaksudkan untuk menyediakan tanah dengan unsur hara bagi kebutuhan tanaman.

Pemberian pupuk berbeda pada tanaman misiman dan tahunan. Pada tanaman musiman seperti kacang-kacangan, sayur mayur, padi, jagung dan lain-lain, cara pemupukan dilakukan dengan cara disebar, dalam lubang atau susunan.

Sedangkan tanaman tahunan seperti buah-buahan, kopi, teh, cokelat, kelapa dan lain-lain menggunakan metode pemasangan cincin (Ring Placement).

Berikut ini adalah cara pemupukan tanaman budidaya yang biasa digunakan:

Broadcasting

Pemupukan dengan cara disebar dilakukan bila jarak tanam rapat dan teratur dalam barisan, misalnya tanaman padi.

Selain itu, cara ini cocok untuk tanaman dengan perakaran dangkal, tanah cukup subur dan dosis tinggi atau dosis pupuk besar. Cara ini juga bisa dilakukan pada saat budidaya lahan dengan pemberian pupuk sebelum tanam di areal tanam.

Keunggulan penebaran pemupukan adalah menghemat waktu dan tenaga serta mudah dalam pengaplikasian pemupukan tanaman budidaya.

Sedangkan kerugian pemupukan secara disebar adalah kemungkinan terjadinya penguapan amonium (NH4) menjadi gas amoniak (NH3) sehingga menyebabkan tumbuhnya gulma.

Ring Placement

Pupuk ditaburkan di antara barisan tanaman lalu ditutup kembali dengan tanah. Cara ini bisa dilakukan jika jarak tanam tidak rapat, kesuburan tanah rendah dan perkembangan akar tanaman rendah.

Baca Juga :  Barang - Barang Di Sekitarmu Yang Bisa Jadi Pupuk

Ring Placement umumnya digunakan untuk tanaman tahunan dengan cara menaburkan di sekeliling tanaman pada jarak terjauh tegak lurus daun (tajuk daun) dan menutupinya dengan tanah.

Keuntungan dari aplikasi baris adalah penyerapan unsur hara pupuk oleh tanaman lebih mudah dan hilangnya unsur hara pupuk dapat dikurangi, sedangkan kelemahan dari aplikasi ini adalah kesuburan tanah rendah bila jumlah pupuk sedikit dan distribusi pemupukan lebih banyak.

Spot Placement

Caranya adalah dengan membuat lubang sedalam sekitar 5-10 cm di sebelah tanaman, kemudian memasukkan pupuk kandang ke dalam lubang tersebut dan menutupinya dengan tanah.

Pemupukan dengan penempatan spot dapat dilakukan jika jarak tanam cukup besar. Cara ini bisa digunakan saat pemupukan tanaman jagung.

Manfaat pemupukan dengan cara ini adalah pemberian pupuk yang tidak mudah menguap dan diaplikasikan langsung ke tanah yang dekat dengan akar tanaman. Kerugiannya adalah membutuhkan waktu lama, dosis pemupukan disesuaikan agar seragam untuk tiap lubang.

Pemupukan daun, yaitu pupuk yang dilarutkan dalam air dengan konsentrasi yang sangat rendah kemudian disemprotkan langsung pada daun dengan alat penyemprot biasa seperti hand sprayer.

Jika areal budidaya lebih besar, sparayer knapsact dapat digunakan. Aplikasi dibuat untuk daun bagian bawah agar unsur hara mudah diserap oleh stomata daun.

Itulah berbagai cara pemupukan tanaman pemuliaan yang banyak digunakan, semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *