Pemula, Ini 4 Langkah Stek Tanaman Buah yang Benar

Pemula, Ini 4 Langkah Stek Tanaman Buah yang Benar

Banyak orang suka menanam pohon buah-buahan. Nah, perlu diketahui, menanam tanaman buah-buahan tidak hanya bisa dengan menanam pohonnya, tetapi juga bisa ditanam dengan cara stek.

Stek adalah suatu cara reproduksi tanaman dengan menggunakan potongan bagian tubuh tanaman seperti batang, daun dan akar.

Ini bisa terjadi karena setiap bagian tubuh tanaman bersifat totipotensi. Sifat ini dapat dijelaskan dengan fakta bahwa setiap sel jaringan tumbuhan dapat membelah dan tumbuh menjadi berbagai sel.

Jika anda memilih menanam pohon buah dengan cara stek, anda akan mendapatkan beberapa keuntungan dibandingkan menanam langsung dari biji atau bibit.

Selain lebih praktis dan efektif, cara stek ini tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya yang mahal. Anda juga tidak perlu menyiapkan lahan tanam yang luas.

Cara stek tanaman buah

1. Kerat ranting tanaman buah

Perhatikan tanaman buah yang anda pilih untuk distek. Pastikan tanaman dalam kondisi sehat dan subur dengan kualitas yang baik untuk digunakan sebagai indukan.

Pilih cabang atau ranting yang lebih besar, berkayu, kokoh dan sehat dengan diameter sekitar 1 hingga 2 cm. Ukur sekitar 30 cm dari ujung kulit cabang yang akan anda kerat.

Kemudian keratlah melingkar dengan lebar sekitar 2,5 cm dan tunggu sampai keratan berusia sekitar 2 hingga 3 bulan.

Setelah berusia ekitar 2 hingga 3 bulan, anda akan melihat kalus pada keraan yang anda buat. Cabang yang telah membentuk kalus adalah bibit stek tanaman buah-buahan.

2. Potong bibit stek

Potong ranting atau cabang yang sudah memiliki kalus dengan memakai gunting atau pisau.

Potong secara datar, sekitar 3 mm di bagian atasnya, dan potong cabang atau ranting berbentuk miring pada bagian atas untuk mencegah air masuk ke bibit stek yang bisa menyebabkan akar stek membusuk.

Kemudian, hilangkan semua daun dari bibit stek. Anda hanya perlu menyisakan satu atau dua helai daun. Dengan ini, proses pembentukan akar akan lebih cepat dan lebih baik.

3. Berikan hormone

Sebelum memberi hormone, sebaiknya amati lamanya waktu pertumbuhan bibit stek. Hormon dapat digunakan jika bibit stek anda telah memiliki waktu yang lama untuk pembentukan akar.

Ada dua cara untuk memberikan hormon, yakni melalui cara celup dan talek.

Untuk cara celup, anda dapat melarutkan hormon akar yang mengandung kristal hormon dalam alkohol 95% dan mencampurnya dengan air biasa.

Untuk larutan hormon, anda bisa menggunakan gelas ukur untuk mengukur dosisnya.

Proses pencelupan dilakukan dengan terlebih dahulu mengikat biji stek pohon buah dan jika bijinya banyak, letakkan tegak di dalam gelas dengan bagian bawah stek menghadap ke bawah. Rendam bibit pohon buah dalam larutan tersebut selama 24 jam atau sehari semalam, dan cuci dengan air bersih sebelum ditanam.

Adapun cara talek sedikit berbeda dengan cara di atas pertama campurkan hormon terlebih dahulu dan lakukan talek secara merata.

Setelah itu, masukkan bibit stek ke dalam bedak yang telah diukur sebelumnya, seolah-olah menggunakan cara celup. Pastikan talek yang menempel pada bibit stek tidak terlalu tebal

4. Penanaman stek tanaman buah

Sebelum melakukan langkah terakhir dari cara stek tanaman buah ini, beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu menyiapkan media perakaran saat akar bibit stek mulai tumbuh.

Untuk media perakaran bisa menggunakan pasir yang sebelumnya sudah dicampur dengan spaghum, atau bisa juga menggunakan peat.

Untuk media perakaran, pastikan pH media antara 5 dan 7, yang mana sangat bermanfaat untuk pertumbuhan akar tanaman buah.

Setelah itu, anda bisa menanam dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

Perhatikan sudut tanam media tanam yang anda siapkan sebelumnya, sudutnya harus 45 derajat dan pastikan untuk menanamnya dalam posisi miring.

Untuk memasukkan stek ke dalam lubang tanam, anda bisa memasukkannya sekitar dua pertiga dari stek yang sudah siap tanam.

Jangan lupa untuk memberi jarak setiap stek yang anda tanam sekitar 5 hingga 10 cm.

Setelah melakukan penanaman, pastikan media tanam selalu dalam keadaan lembab. Sehingga, anda perlu menyiramnya secara teratur setiap hari.