Cara Pakai Pupuk NPK dan Fungsinya Bagi Tanaman

Cara Pakai Pupuk NPK dan Fungsinya Bagi Tanaman

Ada banyak faktor yang harus diperhatikan dalam merawat tanaman, salah satunya adalah kebutuhan nutrisi untuk menunjang pertumbuhannya.

Banyak nutrisi yang dibutuhkan tanaman terkandung dalam pupuk. Oleh karena itu, pemupukan yang tepat sangat penting dilakukan untuk kesuburan dan kesehatan tanaman.

Tanaman berkembang dengan baik jika diberi pupuk dengan dosis yang tepat secara teratur. Salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan untuk membantu pemupukan tanaman adalah pupuk NPK.

Pupuk NPK merupakan salah satu pupuk terbaik untuk merawat tanaman. Berikut ini adalah fungsi dan penggunaan pupuk NPK.

Seperti diketahui, ada dua jenis pupuk, yakni pupuk kimia dan pupuk alami. Kedua jenis pupuk tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Nah, salah satu pupuk yang banyak dipilih masyarakat yang sering digunakan untuk menyuburkan tanah adalah pupuk NPK (Nitrogen, Phospat dan Kalium).

Pupuk NPK termasuk pupuk kimia. Berikut ini adalah cara pakai pupuk NPK dan fungsinya.

Cara pakai pupuk NPK

Agar pupuk NPK mudah larut, larutkan pupuk dalam air dengan perbandingan 10:1. Misalnya, jika pupuk NPK 10 gram, maka airnya 1 liter. Berikut cara pakainya:

  1. Siapkan ember berisi 1 liter air
  2. Tambahkan 10 gram (setengah sendok) pupuk NPK ke dalam air, lalu larutkan
  3. Setelah larut, pakai cangkir kecil untuk melakukan pengocoran atau penyiraman ke tanaman
  4. Jika tanaman dalam polybag kecil, siram dengan setengah cangkir pupuk saja
  5. Hindari terkena batang dan daun saat menyiram
  6. Lakukan secara rutin setiap minggu, jangan setiap hari

Fungsi pupuk NPK

Secara umum fungsi pupuk NPK membantu pertumbuhan tanaman agar dapat berkembang secara optimal.

Penting untuk diketahui bahwa setiap unsur hara dalam pupuk NPK memiliki peran yang berbeda dalam perkembangan tanaman. Berikut kami jelaskan selengkapnya:

1. Nitrogen (N)

Peran nitrogen adalah untuk membuat tanaman tumbuh dengan baik, membuat tanaman lebih hijau, dan meningkatkan protein saat panen

2. Phospat (P)

Peran phospat adalah untuk menumbuhkan dan membentuk pentil mulai dari terjadinya pembungaan sampai pembuahaan. Selain itu, phospat juga bertindak sebagai distributor energi untuk semua aktivitas metabolisme tanaman.

Baca Juga :  Memilih Pupuk : Organik vs Sintetis

3. Kalium (K)

Kalium membantu memperkuat tanaman. Baik memperkuat buah, memperkuat batang hingga menjaga imun tanaman.