Panduan Lengkap Cara Tanam Porang Sampai Panen

Panduan Lengkap Cara Tanam Porang Sampai Panen

Banyak orang yang mempelajari cara menanam porang karena tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Porang atau biasa disebut iles-iles merupakan tanaman penghasil umbi-umbian yang masih satu ‘marga’ dengan suweg dan walur.

Masyarakat umum sering salah mengartikan tanaman ini sebagai suweg dan walur karena sekilas mirip.

Porang memiliki kandungan glukomanan yang tinggi, yang sangat bermanfaat untuk mengontrol berat badan, menurunkan kolesterol, mengatasi diabetes dan berperan sebagai prebiotik.

Permintaan tanaman ini sangat tinggi, sehingga banyak ditanam untuk kemudian diekspor hasilnya. Kualitas porang tergantung pada kadar airnya, porang mahal adalah porang kering atau rendah air.

Kisaran harga porang dalam bentuk umbi berkisar 6.500 rupiah hingga 7.000 rupiah per kilogram. Sedangkan untuk tepung porang, harganya bisa mencapai 100.000 rupiah hingga 150.000 rupiah per kilogram.

Sangat menjanjikan bukan? Yuk, pelajari cara menanam porang di bawah ini!

1. Pahami syarat tumbuhnya

Untuk menumbuhkan porang dengan baik dan membuatnya berkembang, anda harus terlebih dahulu memahami syarat tumbuhnya.

Berikut syarat-syaratnya:

  • Jenis tanah dan pH

Pada dasarnya, porang dapat tumbuh di segala jenis tanah. Namun, tanah gembur tanpa genangan air dan pH 6-7 dapat memaksimalkan pertumbuhannya.

  • Kondisi lingkungan

Porang membutuhkan tingkat kerapatan naungan minimal 40 persen. Naungan yang cocok untuk porang adalah mahoni, jati dan sono.

  • Iklim

Porang memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan.

  • Ketinggian tanah

Porang dapat tumbuh pada ketinggian 0-700 mdpl, tetapi ketinggian terbaik adalah 100-600 mdpl.

2. Teknik budidaya porang

Cara menanam porang dapat dilakukan secara generatif atau vegetatif.

Biasanya dalam waktu empat tahun, tanaman porang akan berbunga dan menghasilkan biji.

Biji yang dihasilkan harus disimpan terlebih dahulu untuk ditanam pada musim hujan.

3. Persiapan lahan

Lahan yang dapat ditanami porang adalah lahan terbuka dan lahan dengan pohon peneduh (naungan).

Mengenai cara menanam porang di lahan terbuka, pertama singkirkan gulma, kemudian bajak lahan atau lakukan proses penggemburan lahan.

Baca Juga :  Bulan Pertama 2021, Ekspor Pertanian Naik 13 Persen

Kemudian buat gundukan dan lubang tanam dengan jarak 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm.

Tambahkan pupuk kompos dan sekam ke setiap lubang tanam untuk mengoptimalkan pertumbuhan.

4. Penanaman porang

Porang dapat ditanam langsung dari umbinya.

Jika anda menggunakan biji, anda harus terlebih dahulu menggunakan kantong plastik untuk melakukan pembibitan.

Waktu tanam yang paling cocok untuk porang adalah pada awal musim hujan.

Biasanya terjadi antara bulan Oktober dan Desember.

5. Perawatan

Perawatan tanaman porang cukup mudah. Cukup melakukan langkah-langkah perawatan berikut:

  • Pembersihan gulma

Pada musim hujan, gulma mudah berkembang biak. Buang gulma yang tumbuh dan pastikan tidak ada yang tumbuh di sekitar tanaman porang. Gulma dapat menghambat pertumbuhan porang.

  • Pemupukan

Pemupukan sebaiknya menggunakan kompos sebagai pemupukan pertama dan dilakukan sebelum proses penanaman.

Pemupukan kedua menggunakan pupuk NPK/TSP anorganik dan dilakukan pada saat tanaman porang mulai tumbuh.

  • Penjarangan

Jika terlalu banyak tanaman porangyang ditanam dalam satu lubang tanam, lakukan penjarangan.

Penjarangan penting dilakukan agar umbi bisa tumbuh besar.

Baca Juga :  Hebaaat!! Jengkol Sumbar Tembus Pasar Jepang

6. Panen

Jika umbi digunakan untuk penanaman, porang bisa dipanen mulai 7 bulan.

Sementara jika menggunakan benih, porang baru bisa dipanen dalam waktu 18-24 bulan.

Cara memanennya adalah dengan menggali tanaman porang, sama seperti cara memanen tanaman umbi-umbian lainnya.