Media Tanam Lama Bisa Didaur Ulang, Begini Caranya

Media Tanam Lama Bisa Didaur Ulang, Begini Caranya

Saat melakukan penggantian media tanam, biasanya media tanam yang lama anda buat apa? Apakah dibuang begitu saja?

Ternyata, media tanam lama juga bisa dimanfaatkan lho, yakni dengan cara didaur ulang. Yuk simak penjelasan kami selengkapnya di bawah ini!

Solusi penggunaan media tanam lama adalah dengan memanfaatkan kembali bahan-bahan yang ada.

Untuk menggunakannya kembali, pemilik tanaman hias perlu melihat riwayat pertumbuhan tanaman yang ditanam di media tanam tersebut.

Kalau media tanam tidak menyebabkan tanaman sakit, berarti bisa dipakai lagi. Sementara jika menyebabkan penyakit seperti busuk akar atau membikin tanaman layu, sebaiknya jangan dipakai lagi. Tentunya hal itu akan membahayakan kesehatan tanaman hias yang akan ditaruh di media tanam tersebut.

Nah, kali ini kami akan membagikan cara mendaur ulang media tanam lama. Simak dengan saksama!

1. Jemur media tanam

Pertama, media tanam yang digunakan harus dijemur di bawah sinar matahari langsung selama minimal 3 hari. Ini bertujuan untuk membunuh patogen yang ada di media tanam.

Baca Juga :  Sistem Hidroponik, Menanam Tanpa Media Tanah

2. Semprotkan fungisida

Setelah dijemur, semprot media tanam dengan cairan fungsidia dan bakterisida agar media tanam benar-benar steril dari patogen.

3. Campurkan bio fertilizer

Selanjutnya, campurkan bio fertilizer ke dalam media tanam hingga tercampur rata. Bio fertilizer ini berfungsi sebagai makanan bagi tanaman dan memperkaya mikroorganisme yang dapat menyuburkan media tanam.

Bio fertilizer yang bisa digunakan adalah kompos, pupuk kandang atau air cucian beras. Jika media tanam mengering, anda dapat memasukkannya ke dalam polybag dan sudah dapat digunakan kembali.

Waktu mengganti media tanam

Penting juga untuk mengetahui kapan harus mengganti media tanam untuk tanaman kesayangan anda di rumah atau kebun anda. Ketahuilah, waktu yang tepat untuk mengganti media tanam tergantung pada jenis tanaman dan ukuran potnya.

Kami menyarankan, untuk tanaman hias dalam pot berdiameter sekitar 30 cm bisa diganti atau ditambah media setiap 6 bulan sekali. Sedangkan untuk tanaman dalam pot yang diameternya lebih dari 50 cm (atau volumenya 100 liter atau lebih), bisa diganti atau ditambah media tanam setahun sekali.

Baca Juga :  Sistem Hidroponik, Menanam Tanpa Media Tanah